Skip to main content

P.akar, ori atau kw ?

Satu pertanyaan mendasar ketika seseorang mengumbar kepakarannya ke hadapan masyarakat kita adalah apakah dia itu pakar ori atau kw ? Selayaknya pembeli yang menginginkan produk yang populer digunakan dan dijual dipasaran, ketika penjual menyodorkan sebuah nilai harga tertentu maka pembeli akan bertanya (entah itu dalam hati atau ditanyakan langsung ke pembeli) "ini barang ori atau kw?"
Pakar ori memiliki keahlian yang ori pula yang berpadu dengan (satu) pendidikan yang dilahapnya, (dua) bakat yang dianugrahkan Tuhan kepadanya, (tiga) pengalaman kerja yang melimpah dan terakhir adalah acungan jempol dari para rekan-rekan sejawatnya. Kempatnya menandakan level kepakaran seseorang dan pengakuannya.
Bagi banyak profesi, ijazah atau sertifikat penting dimiliki sebelum diperbolehkan menerapkan keahliannya tersebut dan sebagai bukti bahwa kemampuannya diakui oleh rekan-rekan seprofesi. Ini cara paling mudah membedakan antara pakar ori dan kw, sebagaimana produk ori memliliki lisensi atau setifikat atau jaminan produk dan ini hal yang tidak dimiliki barang kw.
Ijazah atau sertifikat hanyalah awal dari pengakuan dari institusi yang memberi gelar. Perhatikan baik-baik di ijazah pasti tertulis "penerima telah diperiksa oleh falkutas dan diakui gelarnya."
Bakat alami juga harus muncul dalam diri seorang pakar. Bakat membedakan mereka yang memiliki sertifikat dengan orang-orang yang memiliki pemahaman mendalam di bidang keahlian mereka. Bakat tidak mudah ditelusuri melalui ijazah atau sertifikat. Bakat memberikan ciri khas pada seseorang dalam menyelesaikan pekerjaan atau dalam memberikan service kepada client.
Namun seseorang yang kurang berbakat pun dapat disetarakan dengan yang terlahir berbakat jika dia memiliki pengalaman kerja yang mendukungnya dan membuatnya dapat memberikan hasil yang sama baiknya dengan seseorang yang berbakat. Dan yang pasti banyaknya acungan jempol dari rekan-rekan sejawat adalah bukti sah kepakaran seseorang. Bagaimanapun juga kita hidup ditengah masyarakat plural dimana pengakuan publik lebih berharga dibandingka pengakuan dalam selembar kertas berlogo universtas sekalipun.

Mulai dari sekarang cobalah menjadikan diri kita menjadi lebih bijaksana dalam menyerap informasi yang muncul di publik walaupun itu bersumber dari seseorang atau pihak yang menyematkan titel pakar sekalipun. Selidiki latar belakang pakar tersebut. Jika google saja tidak mampu menemukannya, sudah bisa diamini bahwa kemungkinan besar dia pasar kw. Salam kebersamaan.

Comments

Popular posts from this blog

Hidup Mahasiswa Tweeted: Humorich maksudnya

 ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌   Your Highlights

Wiz Khalifa shared "Win a 2021 Bentley Bentayga V8 and $20,000"

 ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌   What's happening

Semesta Sains Tweeted: Selamat gini Hari, Terran. Jangan lupakan ol...

 ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌ ‌   Your Highlights